Jangan Injak Gas Terlalu Dalam Saat Terjang Banjir, Sayangi Intake-mu!

  • Wieri
  • 20 November 2017
  • 0

Musim hujan mulai tiba, pastinya banyak jalan yang tergenang banjir. Dalam kondisi ini, kadang banyak pengendara yang nekat menerobos genangan air. Tentunya supaya bisa melewati banjir dengan mulus, wajib memiliki keterampilan berkendara yang mumpuni.

Banyak pengendara beranggapan harus menggunakan RPM tinggi saat melalui genangan air, mereka meyakini dengan RPM tinggi maka air tidak akan masuk melalui knalpot. Ternyata hal tersebut sangat kurang tepat.

"Justru penggunaan RPM tinggi saat banjir akan meningkatkan risiko air masuk melalui filter udara dan mesin. Akhirnya bisa merusak ruang bakar," kata Operation Manager Toyota Astra, Djurino dikutip dari laman Toyota Astra.

Menurut dia, ketika terpaksa harus melewati genangan air, perlu diperhatikan ketinggian banjir. Ketinggian air yang masih setengah ban, masih aman dilalui. Namun jika ketinggian lebih dari setengah ban, Anda lebih baik tidak melintasi jalan tersebut.

Kemudian, banyak orang ketika mengemudikan mobil di area banjir menginjak gas dalam-dalam ditambah dengan setengah kopling. Alasannya untuk menjaga agar knalpot tidak kemasukan air. Kenyataannya, hal tersebut tidak tepat juga.

Padahal, selama mobil digas, meskipun perlahan air tidak akan masuk ke dalam knalpot karena adanya udara yang keluar. Udara yang dibuang melalui knalpot terjadi karena ada udara yang masuk, melalui intake atau filter air.

"Yang bisa mengakibatkan kerusakan fatal bukanlah air dari knalpot, namun intake yang kemasukan air," ujar Djurino.

Oleh karena itu, perhatikan intake kendaraan Anda. Jika posisi intake berada di posisi yang tinggi, tidak perlu khawatir membawa kendaraan melewati area banjir.

Namun, bagi yang posisi intake-nya ada di bawah, harus berhati-hati karena semakin kencang digas maka mobil akan menarik udara semakin kencang juga, intake terbuka semakin lebar, dan air masuk semakin banyak.

Sebaiknya Anda gunakan putaran mesin kisaran 1.000-2.000 RPM. Hal yang paling penting stabil dan usahakan jangan sampai mesin mati.

"Exhaust gas pressure itu lebih tinggi dari tekanan 1 atmosfer, tekanan 1 atmosfer itu setara dengan 760 0mmHg, jadi air banjir yang menggenang tidak akan masuk melalui jalur gas buang," tuturnya.

Kemudian, beban listrik harus dikurangi saat melintasi banjir agar meminimalisir risiko korsleting. Selain itu ada baiknya Anda membuka kaca jendela kalau mendadak tiba-tiba mesin mati dan sebaiknya jangan mengunci pintu.

"Jika memang sejak awal sudah diperhitungkan, bahwa genangan tak mungkin mampu dilewati karena tinggi permukaan air yang di atas batas kemampuan mobil kita, jangan memaksakan untuk terus. Berbalik arah adalah terbaik," ujarnya.

sumber : otosia.com



0%
suka

0%
terhibur

0%
inspiratif

0%
bosan

0%
sedih

0%
marah

KOMENTAR Berita Tulis Komentar