Aston Martin Vanquish
2013
5/10


Performa & Kesan Berkendara 5/10

Konsumsi BBM: 15 km/l

Sebenarnya, Toyota sendiri telah ikut serta di ajang balap WRC tersebut sejak tahun 1970-an silam. Kala itu, Toyota mengandalkan varian Corolla Celica berpenggerak roda belakang. Terakhir, pabrikan ini memutuskan untuk rehat dari ajang balap reli bergengsi tersebut di tahun 2002 lalu.

Mengikuti regulasi FIA, Toyota akan membekali GT-86 dengan mesin boxer berkapasitas 2,0 liter milik Subaru. Selain itu, GT-86 juga akan menjadi mobil berpenggerak roda belakang pertama yang ikut serta di ajang balap yang umumnya diikuti oleh mobil penggerak empat roda tersebut.

Untuk mendongkrak tenaga, Toyota merancang ulang noken as menjadi lebih agresif. Turut dibesut ECU dengan program baru sehingga kompresinya menjadi lebih tinggi. Sementara itu, bagian kaki-kaki milik GT-86 di upgrade pada komponen suspensi dan rem agar mampu berbicara di medan aspal maupun krikil.

Eksterior 5/10

Sebenarnya, Toyota sendiri telah ikut serta di ajang balap WRC tersebut sejak tahun 1970-an silam. Kala itu, Toyota mengandalkan varian Corolla Celica berpenggerak roda belakang. Terakhir, pabrikan ini memutuskan untuk rehat dari ajang balap reli bergengsi tersebut di tahun 2002 lalu.

Mengikuti regulasi FIA, Toyota akan membekali GT-86 dengan mesin boxer berkapasitas 2,0 liter milik Subaru. Selain itu, GT-86 juga akan menjadi mobil berpenggerak roda belakang pertama yang ikut serta di ajang balap yang umumnya diikuti oleh mobil penggerak empat roda tersebut.

Untuk mendongkrak tenaga, Toyota merancang ulang noken as menjadi lebih agresif. Turut dibesut ECU dengan program baru sehingga kompresinya menjadi lebih tinggi. Sementara itu, bagian kaki-kaki milik GT-86 di upgrade pada komponen suspensi dan rem agar mampu berbicara di medan aspal maupun krikil.

5/10 Interior

Sebenarnya, Toyota sendiri telah ikut serta di ajang balap WRC tersebut sejak tahun 1970-an silam. Kala itu, Toyota mengandalkan varian Corolla Celica berpenggerak roda belakang. Terakhir, pabrikan ini memutuskan untuk rehat dari ajang balap reli bergengsi tersebut di tahun 2002 lalu.

Mengikuti regulasi FIA, Toyota akan membekali GT-86 dengan mesin boxer berkapasitas 2,0 liter milik Subaru. Selain itu, GT-86 juga akan menjadi mobil berpenggerak roda belakang pertama yang ikut serta di ajang balap yang umumnya diikuti oleh mobil penggerak empat roda tersebut.

Untuk mendongkrak tenaga, Toyota merancang ulang noken as menjadi lebih agresif. Turut dibesut ECU dengan program baru sehingga kompresinya menjadi lebih tinggi. Sementara itu, bagian kaki-kaki milik GT-86 di upgrade pada komponen suspensi dan rem agar mampu berbicara di medan aspal maupun krikil.

5/10 Teknologi

Sebenarnya, Toyota sendiri telah ikut serta di ajang balap WRC tersebut sejak tahun 1970-an silam. Kala itu, Toyota mengandalkan varian Corolla Celica berpenggerak roda belakang. Terakhir, pabrikan ini memutuskan untuk rehat dari ajang balap reli bergengsi tersebut di tahun 2002 lalu.

Mengikuti regulasi FIA, Toyota akan membekali GT-86 dengan mesin boxer berkapasitas 2,0 liter milik Subaru. Selain itu, GT-86 juga akan menjadi mobil berpenggerak roda belakang pertama yang ikut serta di ajang balap yang umumnya diikuti oleh mobil penggerak empat roda tersebut.

Untuk mendongkrak tenaga, Toyota merancang ulang noken as menjadi lebih agresif. Turut dibesut ECU dengan program baru sehingga kompresinya menjadi lebih tinggi. Sementara itu, bagian kaki-kaki milik GT-86 di upgrade pada komponen suspensi dan rem agar mampu berbicara di medan aspal maupun krikil.

5/10 Value for Money

Sebenarnya, Toyota sendiri telah ikut serta di ajang balap WRC tersebut sejak tahun 1970-an silam. Kala itu, Toyota mengandalkan varian Corolla Celica berpenggerak roda belakang. Terakhir, pabrikan ini memutuskan untuk rehat dari ajang balap reli bergengsi tersebut di tahun 2002 lalu.

Mengikuti regulasi FIA, Toyota akan membekali GT-86 dengan mesin boxer berkapasitas 2,0 liter milik Subaru. Selain itu, GT-86 juga akan menjadi mobil berpenggerak roda belakang pertama yang ikut serta di ajang balap yang umumnya diikuti oleh mobil penggerak empat roda tersebut.

Untuk mendongkrak tenaga, Toyota merancang ulang noken as menjadi lebih agresif. Turut dibesut ECU dengan program baru sehingga kompresinya menjadi lebih tinggi. Sementara itu, bagian kaki-kaki milik GT-86 di upgrade pada komponen suspensi dan rem agar mampu berbicara di medan aspal maupun krikil.

5/10 Purnajual

Sebenarnya, Toyota sendiri telah ikut serta di ajang balap WRC tersebut sejak tahun 1970-an silam. Kala itu, Toyota mengandalkan varian Corolla Celica berpenggerak roda belakang. Terakhir, pabrikan ini memutuskan untuk rehat dari ajang balap reli bergengsi tersebut di tahun 2002 lalu.

Mengikuti regulasi FIA, Toyota akan membekali GT-86 dengan mesin boxer berkapasitas 2,0 liter milik Subaru. Selain itu, GT-86 juga akan menjadi mobil berpenggerak roda belakang pertama yang ikut serta di ajang balap yang umumnya diikuti oleh mobil penggerak empat roda tersebut.

Untuk mendongkrak tenaga, Toyota merancang ulang noken as menjadi lebih agresif. Turut dibesut ECU dengan program baru sehingga kompresinya menjadi lebih tinggi. Sementara itu, bagian kaki-kaki milik GT-86 di upgrade pada komponen suspensi dan rem agar mampu berbicara di medan aspal maupun krikil.


1 dari 1 orang terbantu dengan ulasan ini.

Apakah ulasan ini membantu anda?

Komentar 1 komentar



Romualdus Bimantara Yoga Pradana

Test komentar dari mobile
23 September 20151 balasan

Romualdus Bimantara Yoga Pradana

test balasan dari mobile
23 September 2015